Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Asam, Basa Dan Garam Dalam Kehidupan Sehari hari

Kamis, 20 Juli 2017 | Juli 20, 2017 WIB Last Updated 2023-12-02T23:38:18Z
Asam, basa dan garam dapat kita temui dikehidupan sehari-hari. Senyawa asam basa dan garam selain terdapat alami dialam seperti asam sitrat pada jeruk



senyawa-senyawa ini secara luas dimanfaatkan untuk industri serta keperluan sehari-hari.




Sebenarnya kita dapat mengenali zat tersebut dari rasanya akan tetapi cara itu sebaiknya dihindari untuk senyawa yang bersifat kuat karena selain beracun juga dapat melukai. Di laboratorium kita mengidentifikasinya menggunakan kertas lakmus, indikator alami ataupun pH meter. Kekuatan asam basa suatu zat ditentukan dari nilai pH nya yaitu derajat keasaman zat. Untuk zat asam memiliki ph <7, semakin kecil nilai pH-nya maka zat tersebut merupakan asam kuat. Sebaliknya zat yang bersifat basa memiliki pH > 7, semakin besar nilai pH menunjukkan makin kuat sifat basa. Untuk zat yang bersifat netral atau garam maka pH-nya 土 7.


1. Asam


Asam atau dalam bahasa Inggris disebut acid berasal dari bahasa Latin yaitu acetum yang berarti cuka. Senyawa asam banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dalam buah-buahan, cairan aki bahkan cairan lambung kita. Asam dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik merupakan senyawa asam yang berasal dari tumbuhan dan hewan sedangkan asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari mineral-mineral dan nonlogam. Asam organik biasanya adalah asam lemahs edangkan asam anorganik biasanya adalah asam kuat di mana dalam keadaan pekat biasanya korosif, dapat melukai kulit, dan dapat melarutkan logam dengan cepat.

Senyawa asam dikenali dari rasanya yang asam, atau bahkan dari aromanya pun tercium asam. Tapi berhati-hati untuk tidak begitu saja mengidentifikasinya berdasarkan rasa dan aroma karena bisa berbahaya. Senyawa asam bersifat korosif artinya dapat merusak logam maupun marmer. Jka kertas lakmus merah dicelupkan ke dalam senyawa asam maka kertas lakmus tersebut tidak akan berubah warna. Tetapi jika kertas lakmus biru dicelupkan ke dalam senyawa asam maka kertas lakmus tersebut akan berubah warnanya menjadi merah.



Sifat-sifat asam :
• terasa asam
• korosif atau menyebabkan karat
• penghantar listrik yang baik 
di dalam air melepaskan ion  H+
• memiliki pH < 7
• merubah kertas lakmus biru menjadi merah


Contoh-contoh senyawa asam :





2. Basa

Asam maupun basa adalah zat elektrolit dimana yang menyebabkan suatu zat bersifat basa adalah ion  OH yang dilepaskan ketika dilarutkan di dalam air. Semua basa, kecuali NH4OH 

berwujud padat. Adapun NH4OH tidak dijumpai dalam bentuk murni melainkan larutan gas 

NH3 dalam air.

Senyawa basa bersifat kaustik artinya dapat merusak kulit. Jika kita mencelupkan tangan ke

dalam larutan basa maka kulit tangan kita terasa licin dikarenakan reaksi antara basa 

tersebut dengan lemak pada kulit kita. Karena sifatnya yang bereaksi dengan lemak itulah 

banyak zat bersifat basa yang digunakan sebagai pembersih seperti sabun mandi, deterjen 

maupun pembersih lantai. 

Basa jika dicampur dengan asam akan menghasilkan reaksi penetralan, yaitu menghasilkan 

garam dan air yang bersifat netral. Itulah banyak pupuk menggunakan zat basa untuk 

menetralkan tanah yang mempunyai keasaman tinggi. Begitu juga penggunaan senyawa basa

untuk mengurangi keasaman dari cairan lambung kita yang mengandung HCl (asam klorida).   








Sifat-sifat basa :
• terasa pahit
• licin jika disentuh
• ketika dalam bentuk larutan merupakan penghantar listrik yang baik
• didalam air melepaskan ion OH
• memiliki pH > 7
• merubah kertas lakmus merah menjadi biru



Contoh-contoh senyawa basa :



3. Garam

Semua garam merupakan elektrolit kuat. Seperti disebutkan di atas, garam dapat diperoleh dari reaksi penetralan yaitu reaksi pencampuran zat asam dan absa hingga menghasilkan garam dan air. Akan tetapi tidak semua garam berifat netral, itu tergantung dari kekuatan asam dan basa yang membentuknya. Jika asam pembentuknya kuat dan basanya lemah maka garam akan bersifat sedikit asam dengan nilai pH dibawah 7. Begitupun sebaliknya jika yang membentuknya adalah basa kuat dan asam lemah.

Garam banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang umum dikenal masyarakat yaitu natrium klorida atau dikenal sebagai garam dapur, magnesium sulfat atau garam inggris yang dipakai sebagai obat pencahar serta natrium bikarbonat atau soda kue (NaHCO3)




Sifat-sifat garam :
• elektrolit kuat
• bersifat netral, kadang sedikit asam ataupun basa
• memiliki pH 土 7
• tidak merubah kertas lakmus


Contoh-contoh senyawa garam :








×
Berita Terbaru Update